{"id":944,"date":"2026-06-12T01:04:45","date_gmt":"2026-06-12T01:04:45","guid":{"rendered":"https:\/\/apluscafeandresto.id\/writings\/?p=944"},"modified":"2026-06-12T01:04:45","modified_gmt":"2026-06-12T01:04:45","slug":"resep-nastar-lebaran-tips-dan-trik-agar-kue-tidak-retak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/apluscafeandresto.id\/writings\/resep-nastar-lebaran-tips-dan-trik-agar-kue-tidak-retak\/","title":{"rendered":"Resep Nastar Lebaran: Tips dan Trik Agar Kue Tidak Retak"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Nastar Lebaran: Tips dan Trik Agar Kue Tidak Retak<\/h1>\n<p>Nastar, salah satu kue khas Indonesia yang selalu hadir di meja saat Lebaran. Kue ini terkenal dengan rasanya yang lezat dan teksturnya yang lembut, diisi dengan selai nanas yang manis. Sayangnya, salah satu tantangan terbesar saat membuat nastar adalah kue yang sering retak ketika dipanggang. Artikel ini akan membahas resep nastar yang sempurna serta memberikan tips dan trik agar kue nastar Anda tetap mulus dan tidak retak.<\/p>\n<h2>Sejarah Singkat Nastar<\/h2>\n<p>Nastar berasal dari kata &#8220;ananas&#8221; yang berarti nanas dan &#8220;taart&#8221; yang berarti tart atau kue. Diadaptasi dari Belanda, nastar telah menjadi sajian khas di banyak rumah tangga Indonesia, terutama saat perayaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Kombinasi unik dari kelembutan kue dan kelezatan isiannya menjadikan nastar salah satu kue favorit banyak orang.<\/p>\n<h2>Resep Nastar Lebaran yang Sempurna<\/h2>\n<h3>Bahan<\/h3>\n<ul>\n<li>300 gram tepung terigu protein rendah<\/li>\n<li>50 gram gula halus<\/li>\n<li>2 butir kuning telur<\/li>\n<li>250 gram mentega atau margarin<\/li>\n<li>50 gram susu bubuk<\/li>\n<li>1\/2 sendok teh vanili bubuk<\/li>\n<li>Selai nanas secukupnya untuk isian<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bahan Olesan<\/h3>\n<ul>\n<li>1 butir kuning telur<\/li>\n<li>1 sendok teh susu cair<\/li>\n<li>1 sendok teh minyak sayur<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Membuat Nastar<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Persiapan Adonan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Kocok mentega atau margarin bersama gula halus hingga lembut dan mengembang.<\/li>\n<li>Tambahkan kuning telur satu per satu sambil terus dikocok hingga merata.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Tambahkan Bahan Kering<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Masukkan tepung terigu, susu bubuk, dan vanili bubuk sedikit demi sedikit. Aduk secara perlahan hingga tercampur rata dan adonan bisa dipulung.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Bentuk Nastar<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Ambil sedikit adonan, pipihkan, lalu isi dengan selai nanas. Bungkus dan bulatkan hingga rapat. Pastikan selai nanas tidak terlalu banyak agar adonan tidak pecah.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Panggang Nastar<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Tata bulatan nastar di atas loyang yang sudah diolesi margarin. Panggang dalam oven yang telah dipanaskan pada suhu 150&deg;C selama 15-20 menit sampai setengah matang.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Olesan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Keluarkan nastar dari oven dan olesi dengan campuran kuning telur, susu cair, dan minyak. Panggang kembali selama 10 menit sampai matang dan berwarna kecoklatan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Tips dan Trik Agar Nastar Tidak Retak<\/h2>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Pilih Mentega Berkualitas<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Pastikan menggunakan mentega atau margarin berkualitas baik untuk memastikan tekstur adonan lembut dan rata.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Perhatikan Konsistensi Adonan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Jangan terlalu lama menguleni adonan setelah menambahkan tepung, cukup hingga bahan tercampur saja. Ini untuk mencegah adonan menjadi keras dan mudah retak saat dipanggang.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Suhu Oven yang Tepat<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Jangan terburu-buru dengan menaikkan suhu oven. Panggang nastar dengan suhu yang relatif rendah dan pastikan oven benar-benar panas sebelum dipanggang.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Selai Nanas yang Tepat<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Pastikan selai nanas tidak terlalu basah. Selai yang terlalu basah dapat membuat nastar mudah pecah saat dipanggang.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Teknik Pengisian<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Jangan memadatkan adonan terlalu keras saat mengisi selai. Perlakukan adonan dengan lembut untuk memberikan ruang bagi selai agar nastar tidak mudah retak.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Olesan Santai<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Biarkan lapisan olesan pertama mengering sebentar sebelum memanggang kembali agar lapisan mengkilap dan tidak membuat nastar retak.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Menutupi<\/h2>\n<p>Nastar yang sempurna adalah perpaduan kenikmatan dan perhatian pada detail dalam proses pembuatannya. Dengan resep yang tepat dan trik di atas, Anda dapat menghasilkan nastar yang mulus dan lezat untuk menyambut Lebaran. Selamat mencoba dan semoga sukses dalam membuat nastar yang paripurna!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Nastar Lebaran: Tips dan Trik Agar Kue Tidak Retak Nastar, salah satu kue khas Indonesia yang selalu hadir di meja saat Lebaran. Kue ini terkenal dengan rasanya yang lezat dan teksturnya yang lembut, diisi dengan selai nanas yang manis. Sayangnya, salah satu tantangan terbesar saat membuat nastar adalah kue yang sering retak ketika dipanggang. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[238],"class_list":["post-944","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-nastar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/apluscafeandresto.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/944","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/apluscafeandresto.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/apluscafeandresto.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apluscafeandresto.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apluscafeandresto.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=944"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/apluscafeandresto.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/944\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":946,"href":"https:\/\/apluscafeandresto.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/944\/revisions\/946"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/apluscafeandresto.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/apluscafeandresto.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/apluscafeandresto.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}